Kamis, 05 April 2012

sepak bola dan bulu tangkis


            aku duduk dipinggir lapangan, melepas lelah seusai latihan.. aku melihat HP ku yang berada di bangku, belum ada pesan masuk dari dia semenjak tadi pagi. hal ini bukan pertama kalinya untukku, tak jarang aku dan dia tidak bisa berkomunikasi sama sekali. HP ku bergetar pertanda sms masuk, aku sangat berharap itu dari dia. tapi alangkah kecewanya aku bahwa itu bukan darinya. raket yang dari tadi masih kuegang, langsung aku taruh dibngku dengan rasa enggan.
            saling menunggu ini bukan hal yang baru dalam hubungan kami, kami harus bisa mengerti satu sama lain. jarak yang memisah dan kesibukan masing-masing. dia disana, mencoba menggapai cita-citanya menjadi pemain bola, sedangkan aku disini, dirumah karantina ini untuk menjadi pemain bulu tangkis seperti cita-citaku.
            keluhanlah yang sering aku keluarkan karena komunikasi yang tidak lacar ini. tapi dia berusaha meyakinkanku bahwa ini utnuk kebaikan kami bersama. dia selalu memberikan kepercayaan yang sepenuhnya padaku, selalu mendukungku saat aku lelah menjalani latihan yang membuat kau dan dia seperti ini.
            banyak yang sering bertanya padaku. kapan aku bisa melewati waktu berdua dengan dia, bila waktu utnuk diri kami sendiri saja sulit. aku dan dia sama-sama disibukkan dengan jadwal kami masing-masing. kadang bila aku di indonesia, dia sedang diluar, ataupun sebaliknya. saat-saat untuk bersama sangat berharga untuk kami. dan kami tidak akan menyia-nyiakannya hanya untuk bertengkar.
            hal yang sampai saat ini selalu kukenang, saat kami harus mencuri-curi waktu disela-sela jadwal pertandingan yang padat. kami bertemu ditempat dulu kami menjadi sepasang kekasih, melepas rindu. aku sangat berharap dia bisa menyaksikan aksiku dilapangan, dan aku juga sangat berharap aku bisa mendukungnya dari pinggir lapangan. aku hanya bisa tersenyum pasrah, apa kami bisa? kami harus fokus dengna pertandingan masing-masing.
            entah kenapa, pelatihku seperti mengerti rasa gundahku ini, ia mengizinkanku pergi malam ini untuk menyaksikan pertandingan itu. tapi dengan satu syarat, aku harus bisa tampil prima seperti aku yang biasanya dipertandingan besok. dia juga siap menemaniku menyaksikan pertandingan itu, terimakasih yang sangat besar aku tunjukan untuk pelatihku itu. janji untuk menjadi diriku besok, akan aku penuhi.
            aku melihat aksinya merumput dilapangan hijau dengan sangat bersemangat. sampai pelatihku jadi tertawa sendiri melihatku yang heboh sendiri, terutama saat dia berhasil mempersembahkan gol yang indah.pertandigan berakhir, ia berhasil melesakkan 2 gol di gawang lawan, dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan indonesia. sebelum pulang sekali lagi pelatihku memberi kecerian padaku hari ini, aku diizinkan untuk bertemu dengan dia dulu sebelum pulang.
            ak berdiri disampingnya tanpa dia sadari, aku memberikan ucapan selamat , dengan mimik wajah kaget dan bingung serta rasa senang yang tidak bisa ditutupinya. ia merasa sangat gembira karna aku bisa ada disana melihatnya beraksi. aku ingin mengatakan padanya, besok aku datang pertandingan, tapi aku urungkan. karna 2 hari dari malam ini dia kan kembali bertandng menghadapi lawan yang lebih sulit lagi.. tapi aku sangat bahagia malam ini.
            sebentar lagi pertandingan akan dimulai, dia memberi pesan padaku agar aku bersemangat untuk hari ini. ada perasaan sedih dan bahagia yang menjadi satu dalam diriku sekarang. aku ingin dia ada disini untuk mendukungku, tapi aku bahagia walaupun dia tidak bisa datang hari ini, tapi dia masih memberiku dukungan lewat pesan.
            pertandingan dimulai, aku diturukan sebgai tungal pertama hari ini. aku sdah berjanji untuk menjadi diriku sendiri hari ini, dengan ada atauupun tidak adanya dirinya, aku tidak ingin emmbuat pelatihku kecewa, dai terlau baik padaku. set pertama aku lewati dengan mudah, au bisa membuat dia kalah dengan 21-8. tapi saat di set ke 2, lawan merubah pola bermainnya, sehingga aku harus tertinggal 5 angak dibawahnya.
            saat posisi 11-6 diset kedua, pelatih terus menyemangatiku dan berkata aku bisa menang dengan 2 game langsung dia juga memberikan arahan apa yang harus aku lakukan setelah ini. waktu istirahat berakhir, aku kembali kelapangan. sebelum boladiservice aku mendengar seseorang berteriak “ayo sansai, kamu bisa!!” aku langsung mencari sumber suara itu. sansai adalah panggilan kesayangan dia untukku, walaupun tidak ada hubungannya sama sekali dengan namaku. dai ada disini untukku, bahagianya aku.
            diset ke2 ini, aku kembali kepenampilanku yang sebelumnya. aku berhasil menandaskan lawanku dengan 2 set langsung. pelatih dan seluruh pendukung senang dengan kebhagiaanku ini, sekarang, pertandingan partai ke2 telah dimulai, aku ikut menyaksikan temanku dipinggir lapangan. aku mencari sosok dia ditribun tapi tidak ada, mungkin sekarang dia sudah kembali untuk latihan.
seseorang menutup mataku dari arah belakang, dan berbisik “selamat sansai” itu suara dia, aku tak percaya dia masih berada disini. dia membawakanku sekotak coklat dan sebuah boneka anjing yang lucu. alangkah senangnya aku, dia masih ada disini. teman-teman dan pelatihku menggodaku, karna wajahku yang berubah seperti kepiting rebus. tapi aku tak sangka, dia juga membawakan beberapa kotak cokalt lagi untuk teman-temanku dan pelatih, dia memang sangat perhatian.
bila teringat hal itu, rasa percaya dan sayangku kepada dia menjadi semakin besar saj pada dia, dan tak lupa hal itu membuatku kembali bersemangat untuk latihan kembali, karna seperti apa katanya ini untuk kebaikan kami. HP ku bergetar, kali ini pesan darinya..
selamat latihan sansai ku sayang :* ,,yang semangat dong latihannya, aku disini akan selalu dukung kamu.. maaf tadi aku lagi latihan, nanti kalo aku mainnya baguskan aku menang, terus aku jadiin modal deh buat ngelamar kamu.. hehehehe J
pesan itu berhasil mengusir rasa suntukku pada latihan siang ini, dengan segera aku membalas pesan itu
tau aja, aku lagi males latihan.. makasih udah semangatin aku,, amiiiin J aku tunggu lamaran kamu.. :P .. yaudah sekarang aku mau latihan juga, biar mainnya bagus, dan gak bikin malu kamu kalo nanti dilamar :*
aku membalas pesan itu dengan rasa senang, segara aku ambil raketku, dan kembali berlatih. inilah yang membuat aku bertahan dengannya, dia selalu bisa meyakinkanku, walapun dalam keadaan komunikasi yang tidak lancar, ataupun jarak jauh yang memisah. aku dan dia akan bisa melewatinya, selama masih ada rasa percaya yang bisa dijaga satu sama lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar