Senin, 30 April 2012

emakkk

trio kitting itu terdiri dari riska, iren, sama dirga.. tapi gka mungkin ada 3 anak manusia ini kalo gak ada emaknya.. nag, layaknya anak-anak lain pastinya trio kitting juga punya emak dong.. namanya arna indah febrilestari
gimana manis gak?? pastinya dong, liat aja anak-anakya kayak gimana.,,
sekarang gue bakal ceritain masa-masa 8.10 waktu sama arna.. liat yoo
nah ini waktu kita lagi pada ngumpul-ngumpul dirumahnya si emak,, disini lengkap.. arna sama dirga itu fotonya banyak loh,, lebih banyak daripada rame-rame.. maklum anak bontot (?)
sekarang kita mau liat masa awal-awal 8.10 waktu itu lagi pensi


ini fotonya waktu arna lagi sama mbak kasir pesek -_- *maaphusna
nah sekarang beberapa foto kebersamaan arna dan trio kitting waktu lagi dikelas..



nah, sekarang foto waktulagi ke jogja.. tapi sayang dirga gak ikut, karna gak boleh sama emak aslinya :((















sebenernya masih banyak lagi,, tapi karna sangking banyaknya jadi lupa, apa aja yang mau di share, dodol..
tapi ini memberikan suatu inspirasi baru buat gue..
mau tau apa??
kita liat dishare gue yang selanjutnya ya.. :)

Kamis, 26 April 2012

sikecil yang penuh makna


sebuah permainan kecil yang penuh makna
           “eh, main beginian yuk!!” ajak sika, ia mengangkat ibu jarinya dan meletakkan tangannya diatas meja, “ayook!! dari pada bosen gak ada guru”
          “main apaan itu?” tanya billa.
          “eh, aku tau itu main apa” jawab dina, yang sudah bisa menebak permainan apa itu.
          “yaah, gue gak ngerti”
          “jadi gini mainnya bil, misalnya gue bilang 1. lo ngangkat ibu jari lo atau enggak semau lo. tapi biar gue gak menang harus beda sama apa yang gue sebut” sika berusaha menerangkan pada billa.
          “kayak gitu doang??” tanya billa, yang dijawab anggukan serempak dari kedua temannya. “yaudah deh, coba”
permainanpun dimulai, walaupun tidak tau nama permainan ini, tapi permainan berjalan begitu mengasyikan dan seru. permainan sederhana yang dapat mengusir rasa jenuh kami saat tidak ada jam dikelas.
raja dan ugie berjalan dari arah belakang kelas menuju pintu keluar kelas, namun langkah mereka terhenti saat menyaksikan betapa asiknya billa, sika, dan dina bermain. mereka yang merasa agak diperhatikan hanya bingung melihat 2 cowok yang terlihat antusias ingin bermain itu. tapi mereka teralu larut dalam permainan, jadi dengan segera mungkin mengabaikan mereka.
“ikutan dong!!” pinta raja dan ugie. cewek-cewek yang sedang bermain dengan seru itu, segera menoleh ke arah 2 cowok itu dengan tatapan tidak percaya. “eh, tapi gak jadi deh”
“oh yaudah” jawab ketiga cewek itu.
permainan dilanjutkan, entah kenapa permainan makin lama makin terasa menyenangkan. mereka seperti hanya bertiga dikelas, padahal jelas-jelas dibelakang mereka ada sekelompok cowok anak kelas mereka yang sedang membahas sesuatu, entah apa yang mereka bahas. saat ingin memulai permainan, raja dan ugie datang ke meja 3 cewek itu dan langsung menyodorkan 2 ibu jari mereka dari sebelah kanan dan kiri meja.
“idih, ngapain??” tanya sika
          “ikutan dong” jawab ugie
          “tadi katanya gak mau” sahut billa. 2 cowol itu malah cengengesan,
          “udah yok main!!” ajak raja.
          “aku gak ikutan deh” dina menarik tangannya dari atas meja.
          “kenapa??”
          “gapapa, udah kalian main aja, aku takut kalah”
          “yaelah kalah doang, gak digebuk ini, udah main aja!!” perintah raja, dina pun bersedia mengikuti permainan kembali. permainan berjalan lumayan sengit’. ada yang memiliki trik tersendiri agar menang. seperti feelingnya, dina kalah dalam ronde pertama.
sekarang yang tersisa tinggal billa, sika, ugie dan raja. mereka tampak serius walaupun ini hanya sebuha permainan kecil. tapi sika harus ikut sama dina, karna kalah dironde ke2, raja dironde ke3, dan sisanya tinggal billa dan ugie.
“udah deh, lo nyerah aja” ejek ugie. tapi emang bener sih ujung-ujungnya dia yang menang “tuh gue bilang juga apa, gue yang menang”
          “main lagi yuk??” ajak raja. permainan kali ini dina bener-bener angkat tangan, gak mau ikut lagi. abis kalah mulu.
dan sekarang billa harus kandas dironde ke2. dan ugie dan raja berrhasil masuk final lagi *-_- dan taraaaaaa...... ugie sama sika yang menang, tapi dengan mudah ugie ngalahin sika. permainan udah mau dimulai lagi, tapi gak sangka temen-temen cowok yang dari tadi nimbrung dibelakang kelas, sekarang pada  mau ikutan juga.
“ikutan dong” teriak salah seorang cowok
          “gue juga mau ikutan!!” salah satu cowok teriak juga, diikuti suara cowok-cowok yagn lain.
          “aduuuh, untung aku gak ikutan, bisa kalah total ini aku” dina mensyukuri pilihannya untuk berhenti main.
          “yee, si dina” keluh billa dan sika, kompak.
permianan berjalan begitu seru, sengit dan sulit. karna kebanyakan sampe bingung deh pada, udah gitu pake acara trik-trik segala yang bikin ketawa, kaget, sebel *tapi seneng dan lain-lain.
gak pernah nyangka, kalo permainan kecil ini bisa membawa makna yang besar. yaitu, sebuah kebersamaan yang gak bisa dibeli dengan apapun. kecerian, kesenangan itu gak perlu dengan hal-hal yang ribet, mahal, atau yang lain, cukup dengan ikhlas, dan rasa kebersamaan.
“karna bahagia itu sederhana J

Kamis, 05 April 2012

sepak bola dan bulu tangkis


            aku duduk dipinggir lapangan, melepas lelah seusai latihan.. aku melihat HP ku yang berada di bangku, belum ada pesan masuk dari dia semenjak tadi pagi. hal ini bukan pertama kalinya untukku, tak jarang aku dan dia tidak bisa berkomunikasi sama sekali. HP ku bergetar pertanda sms masuk, aku sangat berharap itu dari dia. tapi alangkah kecewanya aku bahwa itu bukan darinya. raket yang dari tadi masih kuegang, langsung aku taruh dibngku dengan rasa enggan.
            saling menunggu ini bukan hal yang baru dalam hubungan kami, kami harus bisa mengerti satu sama lain. jarak yang memisah dan kesibukan masing-masing. dia disana, mencoba menggapai cita-citanya menjadi pemain bola, sedangkan aku disini, dirumah karantina ini untuk menjadi pemain bulu tangkis seperti cita-citaku.
            keluhanlah yang sering aku keluarkan karena komunikasi yang tidak lacar ini. tapi dia berusaha meyakinkanku bahwa ini utnuk kebaikan kami bersama. dia selalu memberikan kepercayaan yang sepenuhnya padaku, selalu mendukungku saat aku lelah menjalani latihan yang membuat kau dan dia seperti ini.
            banyak yang sering bertanya padaku. kapan aku bisa melewati waktu berdua dengan dia, bila waktu utnuk diri kami sendiri saja sulit. aku dan dia sama-sama disibukkan dengan jadwal kami masing-masing. kadang bila aku di indonesia, dia sedang diluar, ataupun sebaliknya. saat-saat untuk bersama sangat berharga untuk kami. dan kami tidak akan menyia-nyiakannya hanya untuk bertengkar.
            hal yang sampai saat ini selalu kukenang, saat kami harus mencuri-curi waktu disela-sela jadwal pertandingan yang padat. kami bertemu ditempat dulu kami menjadi sepasang kekasih, melepas rindu. aku sangat berharap dia bisa menyaksikan aksiku dilapangan, dan aku juga sangat berharap aku bisa mendukungnya dari pinggir lapangan. aku hanya bisa tersenyum pasrah, apa kami bisa? kami harus fokus dengna pertandingan masing-masing.
            entah kenapa, pelatihku seperti mengerti rasa gundahku ini, ia mengizinkanku pergi malam ini untuk menyaksikan pertandingan itu. tapi dengan satu syarat, aku harus bisa tampil prima seperti aku yang biasanya dipertandingan besok. dia juga siap menemaniku menyaksikan pertandingan itu, terimakasih yang sangat besar aku tunjukan untuk pelatihku itu. janji untuk menjadi diriku besok, akan aku penuhi.
            aku melihat aksinya merumput dilapangan hijau dengan sangat bersemangat. sampai pelatihku jadi tertawa sendiri melihatku yang heboh sendiri, terutama saat dia berhasil mempersembahkan gol yang indah.pertandigan berakhir, ia berhasil melesakkan 2 gol di gawang lawan, dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan indonesia. sebelum pulang sekali lagi pelatihku memberi kecerian padaku hari ini, aku diizinkan untuk bertemu dengan dia dulu sebelum pulang.
            ak berdiri disampingnya tanpa dia sadari, aku memberikan ucapan selamat , dengan mimik wajah kaget dan bingung serta rasa senang yang tidak bisa ditutupinya. ia merasa sangat gembira karna aku bisa ada disana melihatnya beraksi. aku ingin mengatakan padanya, besok aku datang pertandingan, tapi aku urungkan. karna 2 hari dari malam ini dia kan kembali bertandng menghadapi lawan yang lebih sulit lagi.. tapi aku sangat bahagia malam ini.
            sebentar lagi pertandingan akan dimulai, dia memberi pesan padaku agar aku bersemangat untuk hari ini. ada perasaan sedih dan bahagia yang menjadi satu dalam diriku sekarang. aku ingin dia ada disini untuk mendukungku, tapi aku bahagia walaupun dia tidak bisa datang hari ini, tapi dia masih memberiku dukungan lewat pesan.
            pertandingan dimulai, aku diturukan sebgai tungal pertama hari ini. aku sdah berjanji untuk menjadi diriku sendiri hari ini, dengan ada atauupun tidak adanya dirinya, aku tidak ingin emmbuat pelatihku kecewa, dai terlau baik padaku. set pertama aku lewati dengan mudah, au bisa membuat dia kalah dengan 21-8. tapi saat di set ke 2, lawan merubah pola bermainnya, sehingga aku harus tertinggal 5 angak dibawahnya.
            saat posisi 11-6 diset kedua, pelatih terus menyemangatiku dan berkata aku bisa menang dengan 2 game langsung dia juga memberikan arahan apa yang harus aku lakukan setelah ini. waktu istirahat berakhir, aku kembali kelapangan. sebelum boladiservice aku mendengar seseorang berteriak “ayo sansai, kamu bisa!!” aku langsung mencari sumber suara itu. sansai adalah panggilan kesayangan dia untukku, walaupun tidak ada hubungannya sama sekali dengan namaku. dai ada disini untukku, bahagianya aku.
            diset ke2 ini, aku kembali kepenampilanku yang sebelumnya. aku berhasil menandaskan lawanku dengan 2 set langsung. pelatih dan seluruh pendukung senang dengan kebhagiaanku ini, sekarang, pertandingan partai ke2 telah dimulai, aku ikut menyaksikan temanku dipinggir lapangan. aku mencari sosok dia ditribun tapi tidak ada, mungkin sekarang dia sudah kembali untuk latihan.
seseorang menutup mataku dari arah belakang, dan berbisik “selamat sansai” itu suara dia, aku tak percaya dia masih berada disini. dia membawakanku sekotak coklat dan sebuah boneka anjing yang lucu. alangkah senangnya aku, dia masih ada disini. teman-teman dan pelatihku menggodaku, karna wajahku yang berubah seperti kepiting rebus. tapi aku tak sangka, dia juga membawakan beberapa kotak cokalt lagi untuk teman-temanku dan pelatih, dia memang sangat perhatian.
bila teringat hal itu, rasa percaya dan sayangku kepada dia menjadi semakin besar saj pada dia, dan tak lupa hal itu membuatku kembali bersemangat untuk latihan kembali, karna seperti apa katanya ini untuk kebaikan kami. HP ku bergetar, kali ini pesan darinya..
selamat latihan sansai ku sayang :* ,,yang semangat dong latihannya, aku disini akan selalu dukung kamu.. maaf tadi aku lagi latihan, nanti kalo aku mainnya baguskan aku menang, terus aku jadiin modal deh buat ngelamar kamu.. hehehehe J
pesan itu berhasil mengusir rasa suntukku pada latihan siang ini, dengan segera aku membalas pesan itu
tau aja, aku lagi males latihan.. makasih udah semangatin aku,, amiiiin J aku tunggu lamaran kamu.. :P .. yaudah sekarang aku mau latihan juga, biar mainnya bagus, dan gak bikin malu kamu kalo nanti dilamar :*
aku membalas pesan itu dengan rasa senang, segara aku ambil raketku, dan kembali berlatih. inilah yang membuat aku bertahan dengannya, dia selalu bisa meyakinkanku, walapun dalam keadaan komunikasi yang tidak lancar, ataupun jarak jauh yang memisah. aku dan dia akan bisa melewatinya, selama masih ada rasa percaya yang bisa dijaga satu sama lain

Rabu, 04 April 2012

LDR


malam minggu kembali menyapa..
dan seperti biasa, setiap malam minggu aku duduk didepan laptopku menunggu dia,, kadang aku merasa iri dengan teman-temanku yang bisa bertemu kapan saja denga pacarnya, bahkan kadang aku suka dijadikan obat nyamuk oleh mereka. aku ingin sekali merasakan hal itu, berjalan bersama sambil bergandengan, tertawa, dan hal-hal yang biasa remaja lain lakukan bersama pacarnya.. karena sudah 2 tahun terakhir aku tidak pernah melalukannya bersama dia..
tapi untuk bisa seperti itu aku harus menunggu dia pulang, yaah, itulah nasib hubungan jarak jauh, tapi hubungan ku dengan dia bukanlah hubungan yang dipisahkan dengan jarak puluhan kilometer saja. tapi hubungan kami menyebrangi benua..
dia di inggris menuntut ilmu, untuk menjadi atlet sepak bola yang handal, seperti cita-citanya. aku merasa bangga karena aku memiliki kekasih seperti dia, apalagi saat dia bertanding dan berhasil mencetak gol. tapi aku juga tidak bisa memungkuri bahwa, aku ingin dia ada disini bersamaku.. menjalani hubungan kami selayaknya hubungan remaja pada umumnya..
tapi perasaan ini bukan milikku seorang ternyata dia juga merasakan hal yang sama denganku, kadang dia bertanya “apa kamu merasa lelah menjalani hubungn ini??” aku tidak bisa menjawab, rasa sayangku jauh lebih besar daripada rasa lelahku menjalani hubungan jarak jauh seperti ini. walau kadang tak bisa dipungkiri godaan untuk menduakan datang. “sudah 2 tahun kita menjalani hubungan jarak jauh, kita hanya bisa berhubungan lewat dunia maya, yang walaupun dilakukan sesering apapun tidak akan pernah bisa memeuhi rasa ingin bertemu. tidak betul-betul bisa bertemu, tidak bisa menjalani hubungna layaknya remaja seusia kita, apa kamu tidak merasa lelah??” tanyanya lagi.
dari layar laptopku terlihat wajahnya yang sendu. “kalau aku merasa lelah bagaimana??” tanyaku balik, tanpa menjawab pertanyaannya. “aku akan rela membiarkanmu pergi, aku tidak ingin membuatmu merasa tersiksa dengan hubungan ini. bukankah kau sering mengeluh tentang masalah ini”. dia menjawab dengan muka yang setengah rela, tapi tetap mencoba mengatakan itu dengan mimik tegas dan ikhlas.
“aku memang merasa lelah dengan hubungan ini, dan jujur godaan untuk menduakanmu sangat besar. tapi aku tidak pernah merasa tersiksa dengan hubungan kita ini. aku justru merasa bahagia dengan hubungan ini, dari hubungan ini aku belajar bagaimana makan kesetian, kepercayaan. aku bukan anak baru yang menjalani hubungan jarak jauh, aku sudah 2 tahun menjalani hubungan jarak jauh denganmu. apakah kau berfikir aku akan menyerah begitu saja??” aku mencoba jujur pada diriku sendiri dan dia. “aku memang sering mengeluh karena intensitas pertemuan kita yang sangat jarang, maaf, mungkin karena sikap egoisku dan iriku ada teman-teman, harusnya aku lebih bisa mengerti keadaanmu”
aku mencurahkan semuanya, tanpa ada satu hal  pun yang aku tutupi. dia tersenyum.. walaupun pertemuan kami dalam setahun bisa dihitung dengan jari tangan, komunikasi harus terganggu dengna jadwal latihan yang padat, tapi kami berusaha untuk jujur satu sama lain, memberikan kepercayaan, dan menjaga kepercayaan satu sama lain.
“hubungan jarak jauh itu cukup melelahkan tapi ternyata kita mampu melewati itu. terimakasih atas kepercayaan dan kesetian yang telah kamu berikan untukku. aku akan pulang untukmu” senyum mengembang merekah dipipiku, aku tidak bisa menutupi rasa bahagiaku.
“aku tunggu kamu disini” aku dan dia sama-sama terseyum. inilah perjuangan hubungan jarak jauh, dan kami berhasil melewatinya..
J J J J J