aku duduk dipinggir lapangan,
melepas lelah seusai latihan.. aku melihat HP ku yang berada di bangku, belum
ada pesan masuk dari dia semenjak tadi pagi. hal ini bukan pertama kalinya
untukku, tak jarang aku dan dia tidak bisa berkomunikasi sama sekali. HP ku
bergetar pertanda sms masuk, aku sangat berharap itu dari dia. tapi alangkah
kecewanya aku bahwa itu bukan darinya. raket yang dari tadi masih kuegang,
langsung aku taruh dibngku dengan rasa enggan.
saling menunggu ini bukan hal yang
baru dalam hubungan kami, kami harus bisa mengerti satu sama lain. jarak yang
memisah dan kesibukan masing-masing. dia disana, mencoba menggapai cita-citanya
menjadi pemain bola, sedangkan aku disini, dirumah karantina ini untuk menjadi
pemain bulu tangkis seperti cita-citaku.
keluhanlah yang sering aku keluarkan
karena komunikasi yang tidak lacar ini. tapi dia berusaha meyakinkanku bahwa
ini utnuk kebaikan kami bersama. dia selalu memberikan kepercayaan yang
sepenuhnya padaku, selalu mendukungku saat aku lelah menjalani latihan yang
membuat kau dan dia seperti ini.
banyak yang sering bertanya padaku.
kapan aku bisa melewati waktu berdua dengan dia, bila waktu utnuk diri kami
sendiri saja sulit. aku dan dia sama-sama disibukkan dengan jadwal kami
masing-masing. kadang bila aku di indonesia, dia sedang diluar, ataupun
sebaliknya. saat-saat untuk bersama sangat berharga untuk kami. dan kami tidak
akan menyia-nyiakannya hanya untuk bertengkar.
hal yang sampai saat ini selalu
kukenang, saat kami harus mencuri-curi waktu disela-sela jadwal pertandingan
yang padat. kami bertemu ditempat dulu kami menjadi sepasang kekasih, melepas
rindu. aku sangat berharap dia bisa menyaksikan aksiku dilapangan, dan aku juga
sangat berharap aku bisa mendukungnya dari pinggir lapangan. aku hanya bisa
tersenyum pasrah, apa kami bisa? kami harus fokus dengna pertandingan
masing-masing.
entah kenapa, pelatihku seperti
mengerti rasa gundahku ini, ia mengizinkanku pergi malam ini untuk menyaksikan
pertandingan itu. tapi dengan satu syarat, aku harus bisa tampil prima seperti
aku yang biasanya dipertandingan besok. dia juga siap menemaniku menyaksikan
pertandingan itu, terimakasih yang sangat besar aku tunjukan untuk pelatihku
itu. janji untuk menjadi diriku besok, akan aku penuhi.
aku melihat aksinya merumput
dilapangan hijau dengan sangat bersemangat. sampai pelatihku jadi tertawa
sendiri melihatku yang heboh sendiri, terutama saat dia berhasil
mempersembahkan gol yang indah.pertandigan berakhir, ia berhasil melesakkan 2
gol di gawang lawan, dengan skor akhir 3-1 untuk kemenangan indonesia. sebelum
pulang sekali lagi pelatihku memberi kecerian padaku hari ini, aku diizinkan
untuk bertemu dengan dia dulu sebelum pulang.
ak berdiri disampingnya tanpa dia
sadari, aku memberikan ucapan selamat , dengan mimik wajah kaget dan bingung
serta rasa senang yang tidak bisa ditutupinya. ia merasa sangat gembira karna
aku bisa ada disana melihatnya beraksi. aku ingin mengatakan padanya, besok aku
datang pertandingan, tapi aku urungkan. karna 2 hari dari malam ini dia kan
kembali bertandng menghadapi lawan yang lebih sulit lagi.. tapi aku sangat
bahagia malam ini.
sebentar lagi pertandingan akan
dimulai, dia memberi pesan padaku agar aku bersemangat untuk hari ini. ada
perasaan sedih dan bahagia yang menjadi satu dalam diriku sekarang. aku ingin
dia ada disini untuk mendukungku, tapi aku bahagia walaupun dia tidak bisa
datang hari ini, tapi dia masih memberiku dukungan lewat pesan.
pertandingan dimulai, aku diturukan
sebgai tungal pertama hari ini. aku sdah berjanji untuk menjadi diriku sendiri
hari ini, dengan ada atauupun tidak adanya dirinya, aku tidak ingin emmbuat
pelatihku kecewa, dai terlau baik padaku. set pertama aku lewati dengan mudah,
au bisa membuat dia kalah dengan 21-8. tapi saat di set ke 2, lawan merubah
pola bermainnya, sehingga aku harus tertinggal 5 angak dibawahnya.
saat posisi 11-6 diset kedua,
pelatih terus menyemangatiku dan berkata aku bisa menang dengan 2 game langsung
dia juga memberikan arahan apa yang harus aku lakukan setelah ini. waktu
istirahat berakhir, aku kembali kelapangan. sebelum boladiservice aku mendengar
seseorang berteriak “ayo sansai, kamu bisa!!” aku langsung mencari sumber suara
itu. sansai adalah panggilan kesayangan dia untukku, walaupun tidak ada
hubungannya sama sekali dengan namaku. dai ada disini untukku, bahagianya aku.
diset ke2 ini, aku kembali
kepenampilanku yang sebelumnya. aku berhasil menandaskan lawanku dengan 2 set
langsung. pelatih dan seluruh pendukung senang dengan kebhagiaanku ini,
sekarang, pertandingan partai ke2 telah dimulai, aku ikut menyaksikan temanku
dipinggir lapangan. aku mencari sosok dia ditribun tapi tidak ada, mungkin
sekarang dia sudah kembali untuk latihan.
seseorang menutup mataku dari arah belakang, dan berbisik
“selamat sansai” itu suara dia, aku tak percaya dia masih berada disini. dia
membawakanku sekotak coklat dan sebuah boneka anjing yang lucu. alangkah
senangnya aku, dia masih ada disini. teman-teman dan pelatihku menggodaku,
karna wajahku yang berubah seperti kepiting rebus. tapi aku tak sangka, dia
juga membawakan beberapa kotak cokalt lagi untuk teman-temanku dan pelatih, dia
memang sangat perhatian.
bila teringat hal itu, rasa percaya dan sayangku kepada
dia menjadi semakin besar saj pada dia, dan tak lupa hal itu membuatku kembali
bersemangat untuk latihan kembali, karna seperti apa katanya ini untuk kebaikan
kami. HP ku bergetar, kali ini pesan darinya..
selamat latihan sansai ku sayang :*
,,yang semangat dong latihannya, aku disini akan selalu dukung kamu.. maaf tadi
aku lagi latihan, nanti kalo aku mainnya baguskan aku menang, terus aku jadiin
modal deh buat ngelamar kamu.. hehehehe J
pesan itu berhasil mengusir rasa suntukku pada latihan
siang ini, dengan segera aku membalas pesan itu
tau aja, aku lagi males latihan..
makasih udah semangatin aku,, amiiiin J aku tunggu lamaran kamu.. :P ..
yaudah sekarang aku mau latihan juga, biar mainnya bagus, dan gak bikin malu
kamu kalo nanti dilamar :*
aku membalas pesan itu dengan rasa senang, segara aku
ambil raketku, dan kembali berlatih. inilah yang membuat aku bertahan
dengannya, dia selalu bisa meyakinkanku, walapun dalam keadaan komunikasi yang
tidak lancar, ataupun jarak jauh yang memisah. aku dan dia akan bisa
melewatinya, selama masih ada rasa percaya yang bisa dijaga satu sama lain