Kamis, 02 Februari 2012

how can you see the future if you live the past??


BAGIAN 1
sekolah baru


Kyana berjalan menyusuri koridor sekolah yang masih sepi, karena masih lumayan pagi belum banyak anak yang datang, sudah seminggu semenjak Kyana berstatus menjadi anak SMA Biantara cewek manis ini jadi rajin dateng kesekolah pagi-pagi. tak sampai setengah menit, Kyana sudah sampai dikelasnya, dilihatnya sudah ada Lena yang duduk manis ditempat duduknya. Kyana dan Lena memang sudah akrab semenjak mereka masih duduk dibangku SMP.
               “eh, lo dah dateng? cepet banget??” kata Kyana sambil tersenyum, dan duduk dibangku kosong yang ada disebelah Lena.
               “iya dong gue kan rajin” jawab Lena, Kyana yang mendengar pernyataan itu, hanya memonyongkan bibirnya kearah Lena “jemputan gue deng yang rajin, pagi banget jemputnya”
               “kok sekolah masih sepi ya?” tanya Kyana, sambil melirik kearah luar lewat jendela
               “yaiyalah neng, lo liat aja sekarang masih jam berapa, masih pagi gini, kerajinan kalo dateng jam segini mah” jawab Lena cuek. “kekantin aja yuk?” ajaknya kemudian.
              
jam pelajaran pertama hari ini diisi oleh pelajaran Ekonomi, Lena dan Kyana sebenernya seneng-seneng aja sama pelajaran ini, asalkan jangan disuruh praktek ngitung uang aja, nanti mereka malah jadi gak konekan lagi.
               disekolah yang baru ini, Lena dan Kyana sudah mendapatkan cukup banyak teman, walaupun tidak teralu dekat, tapi kelas Kyana dan Lena terkenal dengan anak-anaknya yang kompak.
               seorang cewek bernama Tira mendekati meja Lena dan Kyana “kalian udah dapet kelompok belum?”
               “belum, lo?” tanya Lena balik, walaupun sudah seminggu menjadi teman sekelas, mereka masih terlihat canggung satu sama lain. tapi tampaknya Lena mencoba untuk menghilangkan rasa canggungnya pada Tira saat ini.
               “sama, mau sekelompok gak?” ajaknya
               “boleh, tapi sama Kyana juga ya?”
               “ok, yaudah lo cari temen yang lain aja buat diajakin sekelompok lagi”
               “siiiip” Tira berbalik meninggalkan Kyana dan Lena kembali kemejanya. “mau ngajakin siapa lagi?” tanya Kyana pada Lena  “yang deket sama kita aja gak ada”
               “tenang aja, kita ajakin aja sibawel, pasti dia mau deh,” kata Lena santai sambil memberikan senyum mengejek kearah Gendis, cewek yang dari awal Kyana dan Lena masuk kekelas udah sok kenal gitu sama Kyana dan Lena.
               “hahaha, bener-bener, sekalian aja ajak temen sebangkunya dia itu yang pendiem” Kyuna menyarankan, Lena hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu ia bangkit dan menghampiri Gendis ke bangkunya.
               “dis.. udah dapet kelompok belom?” tanya Lena sesaat setelah Gendis menatap dirinya.
               “boleh? emang kamu belom dapet kelompok?”
               “udah, tapi masih kurang 2 orang lagi”
               “emang udah sama siapa aja?” tanyanya lagi
               “Tira, gue sama Kyana..”
               dari kejauhan Kyana hanya tersenyum melihat tingkah Gendis yang dari tadi tidak ada hentinya bertanya.. “Mta sekalian aja diajak” sambung Kyana dari jauh
               “ah, iyaa.. Mita lo mau gak sekelompok sama gue?” tanya Lena pada Mita yang dari tadi hanya diam. karna Mita memang pendiam sekali, dia hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan. “ok, artinya kelompok kita udah lengkap 5orang” kata Lena dan berbalik pergi kembali kebangkunya.
               “gimana? cape gak ngomong sama Gendis?” tanya Kyana mengejek, Lena hanya memonyongkan wajahnya kearah Kyana, dan Kyana pun tertawa, sampai cowok  didepannya menatapnya ilfeel, tapi berhubung Kyuna orangnya cuek, dia gak peduli deh sama tatapan cowok itu.
               ditengah pelajaran, Kyana dan Lena malah asik mengobrol membicarakan Katy Perry, mereka berdua terutama Kyana emang ngefans banget sama Katy Perry tapi cowok yang didepan Kyana dan Lena lagi-lagi menatap mereka berdua dengan tatapan ilfeel gelaaa. cowok yang duduk didepan Kyana dan Lena ini namanya Ari. pertama kali melihat Ari, Kyana dan Lena berpendapat bahwa Ari adalah cowok kalem yang pendiem tapi ternyata amit-amit deh, dia gak beda jauh sama Tono biang ributnya kelas 10-c
               sekarang giliran Kyana dan Lena yang bales ngeliatin Ari dengan tatapan super ilfeel waktu Ari lagi asik ngobrol sama temen sebangkunya Radit. “kenapa lo ngeliatin gue? naksir ya?” tanya Ari dengan senyum jailnya
               “hah?” Kyana hanya dapat berkata itu sebagai tanda rasa kagetnya.
               “dih? ogah amat kita naksir lo, hiii astagfirullah” jawab Lena
               “halah, kalo suka bilang aja kali. tapi sorri kalian harus ngantri dulu buat dapetin gue, karna yang suka sama gue bukan Cuma kalian berdua aja” katanya dengan senyum mengembang
               “hah?” lagi-lagi Kyana tidak bisa berkata yang lain
               “emang lo pengan banget disukain sama gue sama Kia ya?” tanya Lena mulai jengkel. Ari hanya tertawa melihat ekspresi Kyana yang super duper kaget dan juga ekspresi jengkel Lena. “tawa lagi lo?” Lena semakin jengkel karna melihat Ari tertawa dengan puasnya.
               “ya ampuun, gue Cuma bercanda lagi, gak usah sampe sejengkel itu lagi” kata Ari lalu melanjutkan tertawanya lagi, Lena hanya melengoskan wajahnya dari Ari. “lo juga, muka lo lucu banget tau gak? ya ampuuun” Ari melanjutkan kata-katanya,
               “lucu?? lucu darimananya coba? sekarang Kia ikut angkat bicara setelah tadi dirinya hanya dapat berkata “ha?” terus.
               “”tau orang gak ada yang lucu juga, ketawa sampe puas banget, gila ya? kesian amat sih”
              “ya, ampun masih aja pada emosi, guekan Cuma bercanda juga, gak uah diambil hati juga kali.” Ari merasa tak enak sendiri
               “gue gak masalah sama omongan lo itu, tapi yang gue permasalahin adalah tatapan lo yang dari tadi ilfeel ke gue sama Lena, nyadar gak?”
               “santai mbak cantik semua, temen gue yang satu ini emang gitu. dia natap gitu bukan karna apa-apa tapi pengen ngajak kenalan” Radit mencoba menenangkan hati kedua cewek ini.
               “minta kenalan? yang bener aja? abis ngeliatin kita berdua dengan tatapan se-ilfeel itu. jangan harap” Lena meninggikan gengsinya.
               “tau lu ri, jangan gitu kalo mau kenalan sama cewek” Radit berkata-kata seolah-olah menyalahkan Ari. “yaudah kalo gak mau kenalan sama dia, kenalan sama gue aja, hai, gue Radit” lanjutnya sambil mengulurkan tangan ke arah Lena
               “kok lo nyalahin gue juga sih?” Ari protes
               “udah lo diem aje” respon Radit itu membuat Ari jadi tambah dongkol.
               “lo pikir gue juga mau kenalan sama lo?” tanya Lena pada Radit.
               “yaudah kalo gak mau sama yang ini aja gue” mengulurkan tangan ke arah Kyana
               “Kyana” berbeda dengan Lena., Kia malah menyalami balik Radit.
               “ki lo apa-apan sih? kok lo mau salaman sama mereka?” protes Lena.
               “udah lah Len, gak usah marah-marah terus” Kyana terlihat sudah mulai mendingin.
               “nah, gitu dong” Radit tersenyum mendengar Kia berkata seperti itu “tapi tadi kok dia manggil lo Kia?” tanya Radit penasaran.
               “nama gue Kyana tapi biasa dipanggil Kia” jelas Kia dengan senyum.
               “nama lo bagus” puji Radit.
               “apaan? nama kayak mobil gitu juga bagus darimananya??” Ari masih jengkel
               “tuhkan lo mulai lagi” Lena jadi kesel sendiri
               “”udah na” Kia berusaha menenangkan Lena yang kemabali emosi “terserah lo mau bilang apa tentang nama gue. gue gak peduli”
               “Ari tobat gue sama lo” Radit mengerutu
               “ih ari? ari-ari apa? monyet??” tanya Lena sinis
               “eh eluu” tingkat emosi Ari tela mencapai ubun-ubunnya.
               “nama kita sama-sama gak bagus bisakan kita jadi temen sekarang??” Kia mengulurkan tangan ke Ari “kenalin Kia si merek mobil”
               dengan ragu Ari membalas jabatan tangan dari Kia “Ari,”
               “nah gitu kek daritadi” Radit mensyukuri apa yang terjadi, “sekarang giliran lo dong non” Radit mengelurkan tangannya lagi kearah Lena
               “Lena” akhirnya, dan menjabat tangan Radit
               “Ari dan maaf yang tadi” Aripun minta maaf pada Lena “maaf juga ya Ki”
               “Lena, sama-sama. tadi gue teralu kebawa emosi” akhirnya Lena dan Aripun berjabat tangan. usai sudah kesalahpahaman antara mereka..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar