BAGIAN 1
sekolah baru
sekolah baru
Kyana berjalan
menyusuri koridor sekolah yang masih sepi, karena masih lumayan pagi belum
banyak anak yang datang, sudah seminggu semenjak Kyana berstatus menjadi anak
SMA Biantara cewek manis ini jadi rajin dateng kesekolah pagi-pagi. tak sampai
setengah menit, Kyana sudah sampai dikelasnya, dilihatnya sudah ada Lena yang
duduk manis ditempat duduknya. Kyana dan Lena memang sudah akrab semenjak
mereka masih duduk dibangku SMP.
“eh,
lo dah dateng? cepet banget??” kata Kyana sambil tersenyum, dan duduk dibangku
kosong yang ada disebelah Lena.
“iya
dong gue kan rajin” jawab Lena, Kyana yang mendengar pernyataan itu, hanya
memonyongkan bibirnya kearah Lena “jemputan gue deng yang rajin, pagi banget
jemputnya”
“kok
sekolah masih sepi ya?” tanya Kyana, sambil melirik kearah luar lewat jendela
“yaiyalah
neng, lo liat aja sekarang masih jam berapa, masih pagi gini, kerajinan kalo
dateng jam segini mah” jawab Lena cuek. “kekantin aja yuk?” ajaknya kemudian.
jam pelajaran pertama hari ini diisi oleh
pelajaran Ekonomi, Lena dan Kyana sebenernya seneng-seneng aja sama pelajaran
ini, asalkan jangan disuruh praktek ngitung uang aja, nanti mereka malah jadi
gak konekan lagi.
disekolah
yang baru ini, Lena dan Kyana sudah mendapatkan cukup banyak teman, walaupun
tidak teralu dekat, tapi kelas Kyana dan Lena terkenal dengan anak-anaknya yang
kompak.
seorang
cewek bernama Tira mendekati meja Lena dan Kyana “kalian udah dapet kelompok
belum?”
“belum,
lo?” tanya Lena balik, walaupun sudah seminggu menjadi teman sekelas, mereka
masih terlihat canggung satu sama lain. tapi tampaknya Lena mencoba untuk
menghilangkan rasa canggungnya pada Tira saat ini.
“sama,
mau sekelompok gak?” ajaknya
“boleh,
tapi sama Kyana juga ya?”
“ok,
yaudah lo cari temen yang lain aja buat diajakin sekelompok lagi”
“siiiip”
Tira berbalik meninggalkan Kyana dan Lena kembali kemejanya. “mau ngajakin
siapa lagi?” tanya Kyana pada Lena “yang
deket sama kita aja gak ada”
“tenang
aja, kita ajakin aja sibawel, pasti dia mau deh,” kata Lena santai sambil
memberikan senyum mengejek kearah Gendis, cewek yang dari awal Kyana dan Lena
masuk kekelas udah sok kenal gitu sama Kyana dan Lena.
“hahaha,
bener-bener, sekalian aja ajak temen sebangkunya dia itu yang pendiem” Kyuna
menyarankan, Lena hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu ia bangkit dan menghampiri
Gendis ke bangkunya.
“dis..
udah dapet kelompok belom?” tanya Lena sesaat setelah Gendis menatap dirinya.
“boleh?
emang kamu belom dapet kelompok?”
“udah,
tapi masih kurang 2 orang lagi”
“emang
udah sama siapa aja?” tanyanya lagi
“Tira,
gue sama Kyana..”
dari
kejauhan Kyana hanya tersenyum melihat tingkah Gendis yang dari tadi tidak ada
hentinya bertanya.. “Mta sekalian aja diajak” sambung Kyana dari jauh
“ah,
iyaa.. Mita lo mau gak sekelompok sama gue?” tanya Lena pada Mita yang dari
tadi hanya diam. karna Mita memang pendiam sekali, dia hanya mengangguk sebagai
tanda persetujuan. “ok, artinya kelompok kita udah lengkap 5orang” kata Lena
dan berbalik pergi kembali kebangkunya.
“gimana?
cape gak ngomong sama Gendis?” tanya Kyana mengejek, Lena hanya memonyongkan
wajahnya kearah Kyana, dan Kyana pun tertawa, sampai cowok didepannya menatapnya ilfeel, tapi berhubung Kyuna
orangnya cuek, dia gak peduli deh sama tatapan cowok itu.
ditengah
pelajaran, Kyana dan Lena malah asik mengobrol membicarakan Katy Perry, mereka
berdua terutama Kyana emang ngefans banget sama Katy Perry tapi cowok yang
didepan Kyana dan Lena lagi-lagi menatap mereka berdua dengan tatapan ilfeel
gelaaa. cowok yang duduk didepan Kyana dan Lena ini namanya Ari. pertama kali
melihat Ari, Kyana dan Lena berpendapat bahwa Ari adalah cowok kalem yang
pendiem tapi ternyata amit-amit deh, dia gak beda jauh sama Tono biang ributnya
kelas 10-c
sekarang
giliran Kyana dan Lena yang bales ngeliatin Ari dengan tatapan super ilfeel
waktu Ari lagi asik ngobrol sama temen sebangkunya Radit. “kenapa lo ngeliatin
gue? naksir ya?” tanya Ari dengan senyum jailnya
“hah?”
Kyana hanya dapat berkata itu sebagai tanda rasa kagetnya.
“dih?
ogah amat kita naksir lo, hiii astagfirullah” jawab Lena
“halah,
kalo suka bilang aja kali. tapi sorri kalian harus ngantri dulu buat dapetin
gue, karna yang suka sama gue bukan Cuma kalian berdua aja” katanya dengan
senyum mengembang
“hah?”
lagi-lagi Kyana tidak bisa berkata yang lain
“emang
lo pengan banget disukain sama gue sama Kia ya?” tanya Lena mulai jengkel. Ari hanya
tertawa melihat ekspresi Kyana yang super duper kaget dan juga ekspresi jengkel
Lena. “tawa lagi lo?” Lena semakin jengkel karna melihat Ari tertawa dengan puasnya.
“ya
ampuun, gue Cuma bercanda lagi, gak usah sampe sejengkel itu lagi” kata Ari lalu
melanjutkan tertawanya lagi, Lena hanya melengoskan wajahnya dari Ari. “lo
juga, muka lo lucu banget tau gak? ya ampuuun” Ari melanjutkan kata-katanya,
“lucu??
lucu darimananya coba? sekarang Kia ikut angkat bicara setelah tadi dirinya
hanya dapat berkata “ha?” terus.
“”tau
orang gak ada yang lucu juga, ketawa sampe puas banget, gila ya? kesian amat
sih”
“ya,
ampun masih aja pada emosi, guekan Cuma bercanda juga, gak uah diambil hati
juga kali.” Ari merasa tak enak sendiri
“gue
gak masalah sama omongan lo itu, tapi yang gue permasalahin adalah tatapan lo
yang dari tadi ilfeel ke gue sama Lena, nyadar gak?”
“santai
mbak cantik semua, temen gue yang satu ini emang gitu. dia natap gitu bukan
karna apa-apa tapi pengen ngajak kenalan” Radit mencoba menenangkan hati kedua
cewek ini.
“minta
kenalan? yang bener aja? abis ngeliatin kita berdua dengan tatapan se-ilfeel
itu. jangan harap” Lena meninggikan gengsinya.
“tau
lu ri, jangan gitu kalo mau kenalan sama cewek” Radit berkata-kata seolah-olah
menyalahkan Ari. “yaudah kalo gak mau kenalan sama dia, kenalan sama gue aja,
hai, gue Radit” lanjutnya sambil mengulurkan tangan ke arah Lena
“kok
lo nyalahin gue juga sih?” Ari protes
“udah
lo diem aje” respon Radit itu membuat Ari jadi tambah dongkol.
“lo
pikir gue juga mau kenalan sama lo?” tanya Lena pada Radit.
“yaudah
kalo gak mau sama yang ini aja gue” mengulurkan tangan ke arah Kyana
“Kyana”
berbeda dengan Lena., Kia malah menyalami balik Radit.
“ki
lo apa-apan sih? kok lo mau salaman sama mereka?” protes Lena.
“udah
lah Len, gak usah marah-marah terus” Kyana terlihat sudah mulai mendingin.
“nah,
gitu dong” Radit tersenyum mendengar Kia berkata seperti itu “tapi tadi kok dia
manggil lo Kia?” tanya Radit penasaran.
“nama
gue Kyana tapi biasa dipanggil Kia” jelas Kia dengan senyum.
“nama
lo bagus” puji Radit.
“apaan?
nama kayak mobil gitu juga bagus darimananya??” Ari masih jengkel
“tuhkan
lo mulai lagi” Lena jadi kesel sendiri
“”udah
na” Kia berusaha menenangkan Lena yang kemabali emosi “terserah lo mau bilang
apa tentang nama gue. gue gak peduli”
“Ari
tobat gue sama lo” Radit mengerutu
“ih
ari? ari-ari apa? monyet??” tanya Lena sinis
“eh
eluu” tingkat emosi Ari tela mencapai ubun-ubunnya.
“nama
kita sama-sama gak bagus bisakan kita jadi temen sekarang??” Kia mengulurkan
tangan ke Ari “kenalin Kia si merek mobil”
dengan
ragu Ari membalas jabatan tangan dari Kia “Ari,”
“nah
gitu kek daritadi” Radit mensyukuri apa yang terjadi, “sekarang giliran lo dong
non” Radit mengelurkan tangannya lagi kearah Lena
“Lena”
akhirnya, dan menjabat tangan Radit
“Ari
dan maaf yang tadi” Aripun minta maaf pada Lena “maaf juga ya Ki”
“Lena,
sama-sama. tadi gue teralu kebawa emosi” akhirnya Lena dan Aripun berjabat
tangan. usai sudah kesalahpahaman antara mereka..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar