Senin, 20 Februari 2012

HCYStFiYLtP ??


Hari ini, Kyana sampai lebih cepat 10menit dari pada Lena, sambil menunggu Lena datang cewek keturunan jepang ini membuka novel tebal yang sudah sebulan ini ia baca, tapi ia belum juga menyelesaikan membacanya karna tidak ada waktu.novel itu berkisah tentang perpisahan kedua orang kekasih yang dipisahkan oleh takdir. sekitar 2 menit kemudian ada yang datang, tapi Kyana tidak tau itu siapa, ia tetap fokus pada bukunya. tapi orang yang baru datang itu menaruh tasnya didepan bangkunya, kontan ia melihat siap orang itu, ternyata Ari..
“hai, udah dateng?” tanyanya basa-basi
“keliatannya?” Kyana jutek sejadi-jadinya
“yaelah gue kan Cuma nanya, kenapa sih lo jutek banget sama gue?”
Kyana tersenyum “iya, maaf, gue gak maksud jutek kok., gue nungguin Lena, tapi gak dateng-dateng”
Ari agak kaget dengan jawaban yang disertai senyum itu “nah gitu kek, jangan jutek gitu sama gue.. lagi baca buku apa?” tanyanya dengan senyum juga
“novel roman gitu, tumben dah dateng?”
“iya dong, gue sebenernya tuh niat banget sekolah, tapi jalanan aja yang kadang gak ngedukung gue buat dateng cepet, macet nyoh!! taukan jakarta kayak apa?” Kyana hanya mengangguk dan tersenyum mendengar alasan yang dikemukakan Kyana. “gue pikir lo gak bisa senyum?’ tanyan Ari.
“apa?” Kyana kurang mendengar apa yang dikatakan Ari.
“gak, gak jadi” Ari malu untuk mengulang pertanyaan yang mungkin lebih tepat dijadikan pernyataan itu.
“hai, hai” Lena yang baru datang langsung heboh menyapa “cie berduaan aja? ajak-ajak dong berduaan aja” goda Lena
“hahaha, yaudah monggo sini ikut ngumpul, tapi jangan ganggu gue sama Kyana lagi pacaran ya?” goda Ari kembali, Kyana kaget dengan pernyataan Ari itu, tapi ia menyadari itu hanya sebuah bualan belaka.
“wah, elu ya? jadian gak bilang-bilang sama gue? cuktaw deh. hehehe”
“yee, katanya mau JB tapi kok berisik sih?”
“hmm , iya deh tau, emang nasib ya, jadi jomblo Cuma bisa jadi obat nyamuk”
“”jangan cemburu gitu dong, nanti gue cariin deh” kata Kyana dengan senyum yang terus mengembang.. mendengar ucapan-ucapan Kyana barusan, membuat Ari jadi kaget sendiri, tak percaya cewek seperti Kyana bisa bercanda seperti itu
“udah sama gue aja na, mau gak?” Radit yang baru datang langsung mencalonkan diri, dan merangkul Lena dari belakang agar Lena memilihnya. “gue gak jelek-jelek amat kok, cocoklah sama lu” kata Radit sambil tersenyum.
“boleh juga,” Lena mempererat rangkulan radit.
“eh nanti pulang hang-out bareng yuk?? bokap gue bar pulang jadi gue baru dapet duit nih, gue traktir maugak?” Radit menawarkan traktiran pada teman-temannya, dan melepaskan rangkulan tangannya dari Lena.
“wah, boleh tuh.” traktiran itu langsung disambut antusias oleh Ari.
“kalian gimana?” sekarang Radit bertanya pada Kyana dan Lena
“kayaknya hari ini gue sama Kia gak bisa deh, kita harus kerja kelompok, gimana kalo besok aja?” saran Lena.
“yaudah besok aja deh”
“yah, masa ditunda sih” Ari protes
pulang dari sekolah Kia, Gendis, Lena, Mita dan Tira kera kelompok wawancara disekolah, Kia dan Mita kedapatan mencatat dan menulis kembali isi wawancara, jadi sembari menunggu yang lainnya sedang wawancara dengan beberapa guru diruang guru mereka duduk di bangku depan ruang guru yang menghadap ke lapangan. Kia bingung harus apa, diam berdua dengan Mita seperti ini membuat dia merasa risih sendiri, memulai pembicaraanpun Kia bingung, karna memang Mita orangnya sangat pendiam. tapi dilihatnya Mita sedang memperhatikan Cakra yang sedang main bola dilapangan. Cakra juga teman sekelas Mita dan Kia tapi cowok satu ini agak sedikit dingin dan sangat tertutup saat dikelas.
“lo ngeliatin apa?” tanya Kia penasaran
“eh..” Mita tersadar dari lamunannya “enggak kok, gak ngeliatin apa-apa,,”
“tapi yang gue liat lo dari tadi lagi merhatiin Cakra tuh”
“Cakra? ngapain banget aku ngeliatin dia” Mita terlihat salah tingkah
“mungkin karna kamu suka sama dia” tebak Kia. belum dijawab Mita, Kia sudah bisa menyimpulkan sendiri, itu terlihat dari raut wajah Mita yang berubah merah. “udah jujur aja” Mita hanya menjawab dengan senyum yang bermaknakan kata “ya”
“wooi, balik yuk? wawancaranya dah selesai kok” ajak Lena
“ya ampun, ngagetin aja deh lo”
“hehehe, ni Mit, lo yang nulis isi wawancaranya kan?”
“iya”
“nih bawa pulang, tapi besok jangan lupa dibawa lagi ya,biar diketik sama Kia”
“iya, besok aku bawa lagi, nanti malem aku kerjain”
“ok”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar